Thursday, April 25, 2013

Tulisan Bahasa Indonesia 2 # ke -3


Tulisan Bahasa Indonesia 2 # ke -3
Tema   : Trend fashion di kalangan mahasiswa
Kuliah atau Fashion Show ?
1.    Pendahuluan
Bukan cuma urusan negara atau rakyat, rupanya. Isu penggunaan rok mini sempat ramai dibicarakan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Saat itu, DPR akan membahas tata tertib tentang busana anggota DPR. Nah, kalau di lingkungan DPR dilarang memakai rok mini, bagaimana dengan kampus? Apakah pemakaian busana juga perlu diatur seperti anggota DPR dan para stafnya? Siapa saja boleh memakai pakaian apa saja. Ini pun berlaku bagi mahasiswa di kampus untuk menuntut ilmu. Namun, apakah pantas bila rok mini atau kaus oblong tanpa lengan bisa menjadi kostum di kampus?
2.    Isi
Apakah kampus kini lebih mengarah sebagai ajang fashion show? Dimana peraturan-peraturan yang sebelumnya telah ditetapkan dan diterapkan? Apakah pihak rektor tidak lagi mengatur dan mengawasi dalam hal berpakaian mahasiswa dan mahasiswinya. Gaya berpakaian yang kini sedang trend, banyak yang terlalu berlebihan dan kurang pantas jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dunia perkuliahan, khususnya di Institut Agama Islam.
Kata “fashion” tak lepas dari kehidupan remaja pada saat ini, khususnya marak terjadi pada remaja putri. Fashion juga menyebar keseluruh lapisan masyarakat, baik dari kalangan menengah keatas, maupun dari kalangan menengah kebawah. Fashion sendiri adalah suatu istilah untuk menggambarkan gaya yang dianggap lazim pada periode waktu tertentu. Trend industri fashion berganti-ganti setiap saat dan memiliki durasi yang relatif singkat. Sebagian besar, seseorang khususnya kaum wanita, hampir setiap hari selalu ingin memakai pakaian dengan gaya yang berbeda-beda, dan selalu ingin tampil trendy dan stylish.
3.  Penutup
Kesimpulan
Kampus kini tak lagi hanya menjadi tempat bagi seseorang dalam menuntut ilmu dan mengkaji pendidikan yang lebih tinggi. Namun kampus kini juga telah menjadi ajang trend fashion. Terbukti dari banyaknya mahasiswi yang mengenakan pakaian dengan bermaca-macam gaya yang menarik mata untuk melihatnya.
Saran
Dengan berpakaian yang pantas dan sopan juga menghindarkan mahasiswa dari ancaman kejahatan di tempat umum oleh karena itu terutama untuk mahasiswa yang menggunakan kendaraan umum sebaiknya menggunakan pakaian yang tidak terbuka. 

Artikel Tentang Bersikap Ilmiah


Tugas Bahasa Indonesia 2 # ke -3

Artikel Tentang Bersikap Ilmiah
Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti. Untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan hasil yang baik pula, peneliti harus memiliki sifat-sifat berikut ini.
1 . Mampu Membedakan Fakta dan Opini
Fakta adalah suatu kenyataan yang disertai bukti-bukti ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, sedangkan opini adalah pendapat pribadi dari seseorang yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya sehingga di dalam melakukan studi kepustakaan, seorang
peneliti hendaknya mampu membedakan antara fakta dan opini agar hasil penelitiannya tepat dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
2 . Berani dan Santun dalam Mengajukan Pertanyaan dan Argumentasi
Peneliti yang baik selalu mengedepankan sifat rendah hati ketika berada dalam satu ruang dengan orang lain. Begitu juga pada saat bertanya, berargumentasi, atau mempertahankan hasil penelitiannya akan senantiasa menjunjung tinggi sopan santun dan menghindari perdebatan secara emosi. Kepala tetap dingin, tetapi tetap berani mempertahankan kebenaran yang diyakininya karena yakin bahwa pendapatnya sudah dilengkapi dengan fakta yang jelas sumbernya.
3 . Mengembangkan Keingintahuan
Peneliti yang baik senantiasa haus menuntut ilmu, ia selalu berusaha memperluas pengetahuan dan wawasannya, tidak ingin ketinggalan informasi di segala bidang, dan selalu berusaha mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin canggih dan modern.
4 . Kepedulian terhadap Lingkungan
Dalam melakukan penelitian, peneliti yang baik senantiasa peduli terhadap lingkungannya dan selalu berusaha agar penelitian yang dilakukannya membawa dampak yang positif bagi lingkungan dan bukan sebaliknya, yaitu justru merusak lingkungan. Semua usaha dilakukan untuk melestarikan lingkungan agar bermanfaat bagi generasi selanjutnya.
5 . Berpendapat secara Ilmiah dan Kritis
Pendapat seorang peneliti yang baik selalu bersifat ilmiah dan tidak mengada-ada tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Di samping itu, peneliti juga harus kritis terhadap permasalahan yang terjadi dan berkembang di sekitarnya.
6 . Berani Mengusulkan Perbaikan atas Suatu Kondisi dan Bertanggung Jawab terhadap Usulannya
                Peneliti yang baik senantiasa berani dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi yang harus dihadapinya jika sudah mengusulkan sesuatu. Usulan tersebut selalu diembannya dengan baik dan dilaksanakan semaksimal mungkin, kemudian diwujudkannya dalam bentuk nyata sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh orang lain.
7 . Bekerja Sama
Dalam kehidupan sehari-hari, peneliti yang baik mampu bekerja sama dengan orang lain dan tidak individualis atau mementingkan diri sendiri. Ia meyakini bahwa dirinya tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain sehingga keberadaannya senantiasa diharapkan oleh orang lain.
8 . Jujur terhadap Fakta
Peneliti yang baik harus jujur terhadap fakta dan tidak boleh memanipulasi fakta demi kepentingan penelitiannya karena penelitian yang baik harus berlandaskan pada studi kepustakaan yang benar agar kelak jika orang lain melakukan penelitian yang sama, didapatkan hasil yang sama pula. Apa pun fakta yang diperolehnya, ia harus yakin bahwa itulah yang sebenarnya.
9 . Tekun
Sebuah penelitian kadang kala memerlukan waktu yang pendek untuk menghasilkan sebuah teori, tetapi kadang kala memerlukan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun. Seorang peneliti yang baik harus tekun dalam penelitian yang dilakukannya, tidak boleh malas, mudah jenuh, dan ceroboh, juga harus rajin, bersemangat, serta tidak mudah putus asa. Dengan demikian, ia akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sumber : http://wawasanfadhitya.blogspot.com/2012/02/bersikap-ilmiahmateri-biologi-kelas-10.html#ixzz2PjkQDv2e 

Saturday, March 16, 2013

Tulisan Bahasa Indonesia 2 # ke -2


Kuliah sambil kerja ? Ga masalah !!!
1.      Pendahuluan
Kuliah sambil kerja itulah yang saya jalani saat ini. Saya menjalankan kedua hal itu
karena saya memang ingin kuliah. Dan kuliah itu sangat penting bagi saya, mungkin
bagi anda juga penting. Dan yang satunya lagi adalah kerja. Walaupun kuliah
penting, namun kerja pun juga penting. Karena dengan bekerja saya bisa membantu
uang kuliah yang diberikan orang tua. Sehingga dapat meringankan beban mereka.
2.      Isi
Mahasiswa yang bekerja biasanya hanya menjadi pekerja paruh waktu, sehingga terkadang masih dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Tetapi, para pegawai yang kuliah, biasanya akan kesulitan memperoleh gelar dalam waktu studi normal.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk kuliah sambil kerja.

- Apakah saya dapat menyeimbangkan kewajiban akademis, pekerjaan, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya?
- Apakah saya memiliki keterampilan manajemen waktu yang baik?
- Apa kebiasaan belajar saya?
- Bagaimana mengorganisasikan diri saya?
Sangat penting untuk menimbang pro dan kontra sebelum memilih bekerja sambil sekolah. Dan  harus memahami pengorbanan yang harus dibuat, dan berhati-hatilah agar tidak membuat jadwal kuliah bersamaan dengan waktu kerja. 
1.      Penutup
Kesimpulan
Memahami bahwa mencari uang itu sulit, maka tidak sedikit orang yang berupaya untuk bekerja walau status masih sebagai mahasiswa. Biaya kuliah yang tidak sedikit mengharuskanuntuk setidaknya menghasilkan uang demi membayar biaya pendidikan. Bagi yang ekonominya sulit, kuliah sambil kerja tentu sudah menjadi satu keharusan. Bila tidak dijalani, aktifitas perkuliahan bisa saja terbengkalai. Namun keputusan untuk kuliah sambil kerja sebenarnya memang beresiko.
Saran
Menurut saya, kuliah sambil kerja atau sebaliknya, harus pandai pintar mengatur waktu. Waktu istirahat jauh berkurang oleh dua kegiatan ini. Begitu datang dari bekerja, sudah harus bersiap-siap berangkat ke kampus. Setelah keluar dari kampus, mesti mengerjakan tugas membuat makalah dan presentasi yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Berat memang. Tapi, kalau dijalani dengan tekun dan penuh komitmen, so pasti bisa. Kedisiplinan dan kepiawaian membagi waktu adalah kuncinya.
Kedua, berani bekerja keras. Waktu yang tersedia nyaris habis untuk kedua kegiatan ini. Pertanyaannya: relakah kita menjalani semua itu tanpa mengeluh? Kalau siap, monggo. Jika tidak siap untuk bekerja keras dan di bawah tekanan waktu, sebaiknya urungkan saja daripada berhenti di tengah jalan. Seharusnya tidak sampai salah satu dari keduanya dikorbankan. Yang dikorbankan adalah waktu kita. Waktu yang tadinya untuk istirahat, kini tersita untuk belajar.
Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Perkuat tekad untuk menjadi mahasiswa yang baik dan berhasil. Ikuti proses pendidikan sebagaimana seharusnya, jauhi pola-pola instant. Jangan pernah membohongi diri sendiri dengan sekadar berburu embel-embel gelar sarjana.Berjuanglah menjadi sarjana yang bisa mempertanggungjawabkan kesarjanaan kelak (walaupun kita tahu banyak hal yang belum kita pelajari).
Manfaat yang bisa dipetik dari keberhasilan kuliah sambil kerja adalah ini: cermat membagi waktu (menghargai waktu), disiplin dalam mengerjakan tugas, ilmu bertambah dalam dan luas, menemukan korelasi antara praktik dengan teori, pergaulan bertambah luas, (dengan harapan) karier yang membaik, serta rejeki kian bertambah.

Sunday, March 10, 2013

Tulisan Bahasa Indonesia 2 # ke -1


Tema   : Efek Hari Senin
                                                Senin....  oh ..... Senin
1.      Pendahuluan
Senin adalah awal dari semua kegiatan aktivitas setelah di hari sebelumnya orang-orang menikmati masa liburan di hari Minggu. Senin adalah penentu setiap orang dalam menjalani hari – hari dalam 1 minggu. Senin adalah hari yang penting dalam kehidupan kerja semua orang. Mungkin itulah mengapa kebanyakan orang sangat membenci hari Senin, walaupun sebagian orang mungkin menantikan hari Senin dan keluarlah istilah Hate Monday.
2.      Isi
Mengapa saya menulis tentang hari Senin? Mengapa muncul tentang hari Senin dalam pikiran saya ? Bagaimana dengan hari Senin saya? Bagimana melewati hari Senin dengan bermacet macetan di jalanan? Saya selama ini memang tidak pernah punya masalah dengan hari Senin. Saya juga tidak terlalu membenci hari Senin. Saya pernah bermasalah dengan hari Senin ketika masa sekolah dimana masa liburan sekolah selesai dan harus kembali belajar demikian juga pada waktu kerja. Tidak seperti hari Senin biasanya, saya merasakan hari Senin minggu ini begitu berbeda dimana saya mendapat informasi kerjaan untuk hari Senin pada hari Minggu siang yang ceria, tapi saya hanya berusaha memahami. Hari Senin pun tiba. Datang ke tempat kerja dengan kondisi yang kurang nyaman. Kekurangan anggota tim. Anggota tim yang seharusnya 4 orang hanya tinggal 2 orang karena yang 1 sakit, yang 1 nya lagi sedang ada urusan di luar. Apakah saya bisa melewatinya? Banyak orang yang tidak sabar untuk menunggu, ada yang marah-marah, kerjaan numpuk. Huaaaa... rasanya pengen nangis, tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya. Berusaha untuk lakukan sebaik mungkin. Efek dari badmood di hari Senin yang saya rasakan di hari setelah hari Senin, Selasa saya merasakan tidak ada semangat kerja. Walaupun akhirnya saya jalani, namun saya tau semua yang saya jalani tidak maksimal.
3.      Penutup
Kesimpulan
Tanpa kita sadari, disaat kita men-sugesti diri kita membenci hari senin, hari hari berikutnya akan terlewati tanpa arti. Berbeda jika kita menikmati datangnya hari Senin, hari-hari berikutnya akan terasa menyenangan dan begitu berarti.
 Saran
Nikmatilah hari Senin dan hari –hari lainnya. Jangan pernah membenci hari Senin, karena hari Senin sebenarnya adalah penentu dari hari-hari berikutnya yang akan kita jalani seminggu penuh. Ketika weekend datang, hari-hari sebelumnya akan terasa lebih bermanfaat dan bermakna.Taklukan kedatangan hari Senin, Senin tidak bisa dihindari dari dan dikurangi dari jumlah hari  Hadapi dan jadikan hari Senin menjadi hari yang indah dan menyenangkan.

Karangan


Tugas Bahasa Indonesia 2 # ke -2
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Lima jenis karangan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi,argumentasi, dan persuasi.
JENIS-JENIS KARANGAN DALAM BAHASA INDONESIA
Dalam bahasa Indonesia terdapat tiga jenis karangan yaitu :
• Karangan ilmiah
• Karangan semi ilmiah
• Dan karangan non ilmiah
1.      KARANGAN ILMIAH
Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
• Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
• Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
• Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
• Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
• Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
2.      KARANGAN SEMI ILMIAH
      Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
      Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan,misalnya dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel dan roman. Karakteristiknya berada diantara ilmiah dan non ilmiah.
Contohnya seperti:
• editorial,
• opini,
• reportase,
• artikel
3.      KARANGAN NON ILMIAH
      Non Ilmiah (Fiksi) adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konfliks, klimaks, setting.
Ada pula jenis karangan yang sering kita dengar atau kita pelajari, yaitu :
• Narasi/pengisahan
Narasi adalah karangan yang berisi rangkaian peristiwa atau kejadian yang susul-menyusul sehingga membentuk alur cerita atau plot. Cerita yang diuraikan tersebut dapat berupa cerita faktual (nonfiksi) yang sesuai dengan kenyataan ataupun cerita fiksi (rekaan). Selain itu, narasi Iebih mementingkan rangkaiankejadiansecarakronologis.
• Deskripsi/lukisan/pemerian
Deskripsi ialah jenis karangan yang melukiskan sesuatu sesuai dengan keadaan sehingga pembaca dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium, dan merasakan) segala sesuatu yang di lukiskan tersebut sesuai dengan citra penulisnya. Perhatikan contoh deskripsi di bawah ini.
• Eksposisi/ekspositori/paparan
Eksposisi merupakan karangan yang berisi uraian/paparan/ penjelasan tentang suatu hal atau topik dengan tujuan memberikan informasi atau pengetahuan kepada pembaca.
•  Argumentasi/pembuktian
Argumentasi berasal dari kata argumen atau alasan. Argumentasi merupakan jenis karangan berisi alasan-alasan yang kuat untuk membuktikan kebenaran suatu pendapat dengan mengemukakan data dan fakta.
Sumber :

Penalaran, Evidensi, Inferensi


Tugas Bahasa Indonesia 2 # ke -1

Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.

Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
-       Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
-       Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.

Evidensi
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuran dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami sesuatu fenomena. Evidensi sering juga disebut bukti empiris.

Inferensi
Inferensi merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang diketahui. Inferensi adalah konklusi logis atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar, proses inferensi dilakukan dalam suatu modul yang disebut inference engine.

Sumber                        :

Wednesday, October 24, 2012

Perilaku Konsumen bab 2


                                             BAB 2
SEGMENTASI PASAR DAN ANALISIS DEMOGRAFI
1.      Segmentasi Pasar
Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran.
Pengertian segmentasi pasar sebagai suatu strategi perusahaan tidaklah semata dilakukan dengan cara membedakan produk atau bahkan menciptakan produk baru (product diversification), tetapi didasarkan atas atas perbedaan minat dan kebutuhan konsumen.
Segmentasi pasar adalah pembagian suatu pasar yang heterogen kedalam satuan-satuan pembeli yang homogen, dimana kepada setiap satuan pembeli yang homogen tersebut dijadikan sasaran pasar yang dicapai dengan marketing mix tersendiri. Dengan demikian yang semula pasarnya satu dan luas,kemudian dibagi-bagi atau disegmentasi oleh pemasar menjadi beberapa bagian pasar yang sifatnya homogen. Homogenitas pasar tersebut dicari dan ditentukan sendiri oleh pihak pemasar.

Menentukan Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar sebagai landasan untuk menentukan strategi marketing harus memiliki kriteria sebagai berikut:
  1. Mudah Diakses
Dapatkah Anda mencapai segmen melalui biaya komunikasi yang efektif dan praktis termasuk alur distribusi?
  1. Terukur
Dapatkah Anda memperkirakan ukuran segmen sehingga Anda dapat mengalokasikan sesuai anggaran pemasaran?
  1. Substansial
Apakah segmentasinya besar dan cukup tahan lama untuk membenarkan kegiatan pemasaran sendiri?
  1. Layak
Dapatkah orang-orang dalam segmen membeli produk Anda dan mereka melihat keuntungan yang jelas dan diinginkan dibandingkan dengan produk lainnya atau jasa?
Segmen yang mewakili proporsi kecil dari pasar secara keseluruhan dikenal sebagai ceruk pasar (niche market). Niche pemasaran ini umumnya paling efektif ketika harga produk sangat tinggi atau ketika pasar sangat besar.
Disini dapat dilihat dengan melakukan strategi segmentasi pasar ini dapat memiliki beberapa manfaat diantaranya:
1.   perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-   kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.     Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.     Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.    Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.  Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode periode dimana reaksi pasar cukup besar.

DASAR – DASAR SEGMENTASI
Begitu segmen dibentuk peneliti melihat apakah perbedaan karakteristik konsumen terkait dengan respon konsumen pada setiap segmen.
Untuk mengadakan segmentasi pasar dapat ditempuh dengan beberapa cara yang berbeda. Metode tersebut juga dapat berbeda antara suatu produk ke produk lainnya. Salah satu cara dalam mengadakan segmentasi pasar adalah dengan membagi segmen pasar berdasarkan sembilan kategori berikut :
1. Geografi
Segmentasi geografi akan membagi pasar ke dalam beberapa bagian geografi yang berbeda-beda seperti negara, negara bagian, wilayah, kota, dan desa. Perusahaan akan beroperasi pada satu atau beberapa area geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan.
2. Demografi
Dalam segmentasi demografi, pasar dibagi menjadi grup-grup dengan dasar pembagian seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendekatan, tingkat pendidikan, dan agama. Setidaknya ada lima alasan mengapa pendekatan demografi ini hampir selalu disertakan, antara lain adalah informasi demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market,

3. Psikografi
Ciri-ciri psikologis berkenaan dengan inner atau kualitas intrinsic dari consumer individual. Strategi segmentasi konsumen kadang-kadang didasarkan pada variabel psikologis yang spesifik.
Dalam segmentasi psikografis, perilaku konsumen diobservasi melalui kelas sosial (social class), gaya hidup (lifestyle), nilai-nilai kehidupan yang dianut (value) dan kepribadian (personality).
4. Sosiocultural
Variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya) merupakan variabel sosiokultural, meyediakan dasar lebih lanjut untuk segmentasi pasar. Untuk segmen pasar yang sukses dibagi lagi dalam segmen sesuai dengan tahap pada :
  1. Daur hidup keluarga
  2. Kelas sosial
  3. Budaya dan sub budaya dan
  4. Lintas budaya atau segmentasi pemasaran global
5. Segmen hubungan menggunakan cara ekstrim
Sebuah cara ekstrim yang popular dan bentuk efektif segmentasi untuk kategori penggunaan merek, seperti :
  1. Tingkat penggunaan : perbedaan segmentasi antara pengguna berat, pengguna sedang, pengguna ringan dan bukan pengguna untuk sebuah produk, jasa atau merek khusus
  2. Tingkat kesadaran : kesadaran konsumen pada produk, tingkat ketertarikan pada produk, kesiapan membeli produk atau apakah konsumen butuh informasi tentang produk menyangkut semua aspek kesadaran
  3. Loyalitas merek : kadang-kadang digunakan sebagai dasar untuk segmentasi.
6. Segmen situasi penggunaan
Pemasar mengenal bahwa kesempatan atau situasi kadang-kadang menentukan apakah konsumen akan membeli atau mengkonsumsi. Segmentasi berdasarkan kesempatan dapat membantu perusahaan memperluas penggunaan produk.
7. Segmen benefit
Bentuk segmentasi yang kuat adalah dengan mengklasifikasikan pembeli sesuai dengan manfaat berbeda yang mereka cari dari produk. Eksekutif pemasaran dan periklanan secara konstan mencoba mengidentifikasikan sebuah keuntungan paling penting dari produk atau jasa yang akan menjadi sangat berarti bagi consumer. Sebuah studi yang meguji apakah yang mengendalikan preferensi konsumen terhadap micro atau craftbeer, terindenfikasi lima kenutungan strategic brand yaitu :
  1. Fungsional (contoh kualitas)
  2. Nilai uang
  3. Manfaat sosial
  4. Manfaat emosi positif
  5. Manfaat emosi negative
8. Segmen hybrid
Pemasar secara umum membentuk segmen pasar dengan kombinasi beberapa variabel segmen berdasarkan sebuah segmen tunggal. Segmen geodemografis, adalah sangat berguna bagi ketika sesesorang pengiklan atau pemasar menemukan prospek terbaik (kepribadian, tujuan dan ketertarikan) bisa diisolasi di mana mereka hidup. Segmen lintasbudaya & global marketing merupakan segmen geodemografis.
9. Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar.

a. Segmentasi dan Kepuasan Konsumen
Segmentasi Pasar terkait dengan Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah perasaan puas setelah telah mengkonsumsi suatu produk tertentu. Kepuasan konsumen terbagi menjadi dua yaitu kepuasan fungsional dan kepuasaan psikologikal. Kepuasaan fungsional adalah kepuasaan yang diperoleh akibat dari fungsi pemakaian suatu produk tertentu sedangkan kepuasan psikologikal adalah kepuasan yang di peroleh akibat dari atribut tertentu yang tidak kelihatan seperti perasaan bangga dll.
Kepuasan pelanggan sebenarnya adalah kunci utama untuk meraih keuntungan maksimal serta untuk kelangsungan hidup suatu perusahaan, namun jika kepuasan pelanggan itu tidak terpenuhi maka produk – produk yang diproduksi akan sulit untuk dipasarkan. Salah satu cara dalam konsep dasar pemasaran adalah segmentasi pasar.
b. Segmentasi dan profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.

MELAKSANAKAN STRATEGI SEGMENTASI
Strategi Pemasaran yang Berbeda (Differential Marketing) adalah menentukan target beberapa segmen dengan menggunakan bauran pemasaran individual.
Strategi Pemasaran Terpusat (Concentrated Marketing) adalah menentukan target hanya satu segmen dengan satu bauran pemasaran unik.
Kontrasegmentasi adalah usaha untuk mengetahui kebutuhan yang lebih umum dan karakteristik konsumen yang akan diterapkan kepada anggota dua segmen atau lebih, dan menggabungkan kembali segmen-segmen itu ke dalam satu segmen yang lebih luas.

2. RENCANA PERUBAHAAN
2.1 Analisis Konsumen dan Kebijakan Sosial
Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya.
Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
1. Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
2. Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
3. Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
4. Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
5. Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.
Analisis Kebijakan Sosial
Analisis kebijakan (policy analysis) dapat dibedakan dengan pembuatan atau pengembangan kebijakan (policy development). Analisis kebijakan tidak mencakup pembuatan proposal perumusan kebijakan yang akan datang. Analisis kebijakan lebih menekankan pada penelaahan kebijakn yang sudah ada. Sementara itu, pengembangan kebijakan lebih difokuskan pada proses pembuatan proposal perumusan kebijakan yang baru.
Namun demikian, baik analisis kebijakan maupun pengembangan kebijakan keduanya memfokuskan pada konsekuensi-konsekuensi kebijakan. Analisis kebijakan mengkaji kebijakan yang telah berjalan, sedangkan pengembangan kebijakan memberikan petunjuk bagi pembuatan atau perumusan kebijakan yang baru.
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa analisis kebijakan sosial adalah usaha terencana yang berkaitan dengan pemberian penjelasan (explanation) dan preskripsi atau rekomendasi (prescription or recommendation) terhadap konsekuensi-konsekuensi kebijakan sosial yang telah diterapkan. Penelaahan terhadap kebijakan sosial tersebut didasari oleh oleh prinsip-prinsip umum yang dibuat berdasarkan pilihan-pilihan tindakan sebagai berikut:
1. Penelitian dan rasionalisasi yang dilakukan untuk menjamin keilmiahan dari analisis yang dilakukan.
2. Orientasi nilai yang dijadikan patokan atau kriteria untuk menilai kebijakan sosial tersebut berdasarkan nilai benar dan salah.
3. Pertimbangan politik yang umumnya dijadikan landasan untuk menjamin keamanan dan stabilitas.
3. KRITERIA MEMBIDIK SEGMEN PASAR YANG EFEKTIF
Persyaratan Segmentasi yang Efektif
Ada banyak cara untuk mengsegmentasi pasar, namun tidak semua segmentasi efektif. Terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk melakukan segmentasi pasar yang efektif.
Keempat faktor tersebut adalah :
         Dapat Diukur ( Measurability ), yaitu informasi mengenai sifat-sifat pembeli yang mencangkup ukuran, daya beli dan segmen yang dapat diukur. Misalnya, jumlah segmen masyarakar kaya sebagai calon pembeli mobil yang dijadikan segmen penjualan mobil Toyota Kijang.
         Dapat dijangkau ( Accsessibility ), yaitu segmen pasar yang dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
         Besarnya cakupan ( subtanstiality ), yaitu tingkat keleluasaan segmen pasar dan menjanjikan keuntungan bila dilayani.
         Dapat dilaksanakan, yakni program yang efektif dapat dirancang untuk menarik dan melayani segmen tersebut. Misalnya, walaupun sebuah perusahaan angkutan antar kota mengidentifikasikan sepuluh segmen pasar, namun stafnya terlalu sedikit untuk mengembangkan pemasaran terpisah bagi tiap segmen.
4. IMPLEMENTASI STRATEGI SEGMENTASI
Peusahaan yang menggunakan segmentasi pasar bisa mengikuti sebuah strategi segmen pasar atau sebuah strategi pemasaran terdifferensiasi.setiap segmen pasar memerlukan strategi pemasarannya sendiri. Kadang-kadang setiap segmen akan memerlukan suatu bauran pemasaran yang benar-benar berbeda, termasuk produknya. Pada waktu lainnya mungkin harga pesan iklan atau outlet eceran yang perlu dibedakan.
  1. Pemasaran terkonsentrasi Vs terdifferensiasi
Sebuah organisasi telah mengidentifikasikan segmen pasar yang sangat menjanjikan dan harus memutuskan apakah sasarannya satu segmen atau beberapa segmen. Segmen pasar menjanjikan yang ditargetkan mendapat sebuah bauran pemasaran yang dirancang secara khusus. Target beberapa segmen menggunakan individual pemasaran gabungan yang disebut pemasaran terdifferensiasi. Sedangkan target hanya satu segmen dengan sebuah baura pemasaran yang unik disebut pemasaran terkonsentrasi.
  1. Countersegmentation
Kadang-kadang perusahaan menemukan bahwa mereka harus mempertimbangkan kembali segmen pasar mereka sekarang. Mereka dapat menemukan bahwa beberapa segmen telah terkonsentrasi namun mereka tidak menjamin seorang individu telah merancang program pemasaran. Pada kasus lainnya perusahaan mencari untuk menemukan sebuah kebutuhan yang lebih biasa atau karakteristik konsumen yang akan menggunakan untuk anggota dua atau lebih segmen dan mengkombinasikan segmen dan merekombinasikan segmen kedalam sebuah segmen yang lebih besar dan bisa menjadi target dengan sebuah penyesuaian produk secara individual dan kampanye promosi.

REFERENSI
  1. http://www.makeallhappen.com/marketing/segmentasi-pasar-memahami-kebutuhan-pelanggan.html
  2. http://coecoesm.wordpress.com/2011/11/28/segmentasi-pasar/
  3. http://bacharudinyudha.blogspot.com/2012/10/segmentasi-pasar-mengapa-perusahaan.html
  4. http://stieserelo.ac.id/component/content/article/45-artikel/102-artikel-segmentasi-pasar.html
  5. http://id.scribd.com/doc/94553790/segmentasi-pasar
  6. Buku pemasaran dasar 1 oleh Perreault/McCharty