Friday, October 25, 2013

Tulisan Etika Bisnis # BAB 3 ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS


BAB 3
ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS


1.      Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Aliran utilitarianisme ini berakar pada ajaran tentang kegunaan atau utility, yang menyatakan, bahwa : baik atau buruk sebuah tindakan diukur dari apakah tindakan itu menghasilkan tingkat kesenangan atau kebahagiaan yang terbanyak, dengan pengorbanan yang paling sedikit.
Istilah utilitarianisme sebagai suatu nama aliran yang berasal dari kata latin utilis yang berarti berguna. Aliran utilitarianisme ini terbagi antara lain aliran act utilitarianism serta rule utilirianism yang sering diterjemahkan sebagai ‘Utilitarianisme tindakan” dan ‘Utilitarianisme peraturan’
Prinsip- prinsip aliran utilitarianisme, menurut Jeremy Bentham (1748-1832) didasarkan kepada dua prinsip, yaitu :
-       asosiasi (association principle) serta
-       kebahagiaan terbesar (greatest happiness principle).
Prinsip utilitarianisme pun dapat menjelaskan mengapa perbuatan seperti membunuh, berdusta, selingkuh dianggap secara moral adalah salah, sedang beberapa tindakan lain seperti berterus-terang, kesetiaan, tepat janji merupakan hal-hal yang benar. Jika orang berdusta ia merugikan masyarakat karena menebarkan rasa saling tidak percaya diantara masyarakat sedangkan jika ia berbuat benar maka terciptalah iklim saling percaya, saling membantu yang mampu memperbaiki kualitas hidup manusia dalam sebuah masyarakat yang tertib serta rapih.
Utilitarianisme sangat berperan dalam Ilmu ekonomi dan bisnis, sejak awal abad ke XIX, banyak pakar ekonomi berpendapat perilaku ekonomi dapat dijelaskan melalui asumsi, bahwa manusia senantiasa berusaha untuk memaksimalkan manfaat dirinya sendiri maupun kinerjanya, sedangkan nilai manfaat diukur dari harga yang diperoleh.
Prinsip Utilitarianisme juga sangat cocok dengan konsep yang sering terjadi dalam tujuan bisnis yaitu efisiensi. Efisiensi terjadi jika maksimalisasi produksi dapat dicapai lewat pemanfaatan sumber daya yang ada tanpa memerlukan penambahan asset apapun. Kegiatan dinilai efisien apabila hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan dengan mengunakan sumber daya yang ada seminimal mungkin. Dengan menggunakan semboyan kelompok utilitarianisme, efisiensi merupakan hasil berupa manfaat (benefit) yang sebesar-besarnya dengan menggunakan cost yang serendah-rendahannya, seperti yang dijabarkan oleh ilmu ekonomi secara umum.

2.                              Nilai Positif Etika Utilitarianisme
Maksud Asas Manfaat atau Kegunaan, kata Bentham, ialah asas yang menyuruh setiap orang untuk melakukan apa yang menghasilkan kebahagiaan atau kenikmatan terbesar yang diinginkan oleh semua orang untuk sebanyak mungkin orang atau untuk masyarakat seluruhnya. Oleh karena itu, menurut pandangan utilitarian, tujuan akhir manusia, mestilah juga merupakan ukuran moralitas. Dari sini, muncul ungkapan ‘tujuan menghalalkan cara’. Nilai Positif Etika Utilitarianisme antara lain :
• Pertama, Rasionalitas.
Prinsip moral yang diajukan etika utilitarianisme tidak didasarkan pada aturan-aturan kaku yang tidak dipahami atau tidak diketahui keabsahannya. Etika utilitarianisme memberikan kriteria yang objektif dan rasional.
• Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap pelaku moral.
Tidak ada paksaan bahwa orang harus bertindak dengan cara tertentu yang tidak diketahui alasannya.
• Ketiga, Universalitas.
Mengutamakan manfaat atau akibat dari suatu tindakan bagi banyak orang. Suatu tindakan dinilai bermoral apabila tindakan tersebut memberi manfaat terbesar bagi banyak orang.
                                                                                                                    
3.   Utilitarianisme Sebagai Proses dan standar Penilaian
1.  sebuah penilaian mengenai kesejahteraan manusia, atau utiliti, dan
2.  sebuah petunjuk untuk memaksimalkan kesejahteraan (utiliti), yang didefinisikan sebagai, memberikan bobot yang sama pada kesejahteraan orang per-orang.

4.      Analisa Keuntungan dan Kerugian
Utilitarianisme mengatakan bahwa tindakan yang benar adalah yang memaksimalkan utiliti, yaitu memuaskan preferensi yang berpengetahuan sebanyak mungkin.
Dalam pandangan kaum utilitarian-aturan, perilaku tak adil dalam mendeskriminasi kelompok-kelompok minoritas menyebabkan meningkatnya ketakutan pihak lain dengan mengalami aturan yang mengijinkan diskriminasi.
Keuntungan dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada keuntungan dan kerugian perusahaan. Analisis keuntungan dan kerugian tidak ditempatkan dalam kerangka uang dan untuk jangka panjang.

5.      Kelemahan Etika Utilitarianisme
• Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yamg tidak sedikit.
• Tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
• Tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
• Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
• Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya.



REFERENSI

Tulisan Etika Bisnis # BAB 2 BISNIS DAN ETIKA

BAB 2
BISNIS DAN ETIKA

1.      Mitos Bisnis Amoral
Bisnis jangan dicampuradukkan dengan etika  menurut De George yang disebut sebagai Mitos Bisnis Amoral. Mitos ini mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungannya sama sekali. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Bisnis bisa dinilai dengan kategori dan norma-norma bisnis, bukan dengan kategori dan norma etika.
Tujuan dari bisnis adalah mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya, tanpa mengindahkan etika dan moral. Aturan yang dipakai dalam bisnis berbeda dengan aturan dalam kehidupan sosial.

2.      Keutamaannya etika bisnis
Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional.
Manfaat etika bisnis antara lain :
1.      Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya akan maju
2.      Timbulnya kepercayaan
3.      Kemajuan terjaga, jika perilaku etis terjaga
4.      Perolehan laba akan meningkat
5.      Bisnis akan terjaga eksistensi dan kesinambungannya

3.      Sasaran dan lingkup etika bisnis
Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur dan pesaing.
·      Orang yang menanam uang atau investor menginginkan manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka.
·      Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan produk bermutu yang dapat dipercaya dan dengan harga yang layak.
·      Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu membayar balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka, memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan.
·      Pihak kreditur mengharapkan agar semua hutang perusahaan dapat dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dibuat secara teratur.
·      Pihak pesaing mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain.

4.      Prinsip-prinsip etika bisnis
Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat, apa akibat dari pemakaian sumber daya tersebut dan apa akibat dari proses produksi yang dilakukan.
Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara masyarakat dengan perusahaan,dan ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka panjang.
Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan tidak terpuji.
Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus dijaga terus menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakanaset tak ternilai sebagai good will bagi sebuah perusahaan.

5.      Prinsip utama etika bisnis
1.      Otonomi
Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri.
2.   Kejujuran
Kejujuran dalam memenuhi syarat-syarat perjanjian, kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding, kejujuran dalam hubungan kerja intern.
3.   Keadilan
Memperlakukan setiap orang sesuai dengan haknya masing-masing, baik dalam relasi eksternal maupun internal perusahaan.
4.   Saling menguntungkan
 Bisnis dijalankan sedemikian rupa agar semua pihak menikmati keuntungan.
5.   Integritas moral
Tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis.

6.      Etos kerja
Etos Kerja sebenarnya istilah populer untuk “selera bekerja” yang terdiri dari :
- Semangat (spirit)
- Self esteem (harga diri)
- Trust (keyakinan)
Beberapa prinsip etos kerja :
      Kerja adalah Rahmat
      Kerja adalah Amanah
      Kerja adalah Panggilan
      Kerja adalah Aktualisasi
      Kerja adalah Ibadah
      Kerja adalah Seni
      Kerja adalah Kehormatan
      Kerja adalah Pelayanan

7.      Realisasi Moral Bisnis
Etika merupakan ilmu tentang norma-norma, nilai-nilai dan ajaran moral, sedangkan moral adalah rumusan sistematik terhadap anggapan-anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban-kewajiban manusia.
Untuk menjadi masyarakat abad ke-21, ada dua agenda yang harus kita lakukan. Pertama, mencari strategi penyebaran tindakan etis agar etika bisnis menjadi konsensus nasional. Kedua, merekayasa budaya etika bisnis Indonesia, yang mencakup kepentingan pengusaha, konsumen, pengguna jasa, pekerja, dan lingkungan demi masa depan yang cerah.
Bisnis tidak bisa dinilai berdasarkan tolok ukur etika moralitas, karena pertimbangan-pertimbangan moral dan etika tidak tepat untuk bisnis. Dengan demikian, etika bisnis perlu berperan sebagai mitos baru bukan sekedar rambu-rambu moralitas.

8.      Pendekatan-pendekatan Stockholder
Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dan terutama yang akan atau telah "go public" haruslah menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para investor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan untuk mengambil keputusan yang keliru.
Dalam hal ini perlu mendapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin menjadi emiten yang akan menjual sahamnya (mengemisi sahamnya) kepada masyarakat. Di pihak lain masyarakat juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang diemisi oleh perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberikan informasi secara lengkap dan benar mengenai prospek perusahaan yang go public tersebut. Janganlah sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informsi atas hal ini



REFERENSI

Tulisan Etika Bisnis # BAB 1 PENDAHULUAN TEORITIKA ETIKA BISNIS

BAB I
PENDAHULUAN TEORITIKA ETIKA BISNIS

1.      TEORI PENGERTIAN ETIKA
Etika berasal dari dari kata Yunani ‘Ethos’ (jamak – ta etha), berarti adat istiadat. Etika adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.
a.       Norma Umum
Norma merupakan pedoman tentang bagaimana kita harus hidup dan bertindak secara baik dan tepat sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya perilaku dan tindakan kita.
Berikut macam-macam norma :
1.      Norma khusus  adalah adalah aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, misalnya aturan olah raga, aturan pendidikan dan lain-lain.
2.      Norma Umum : lebih bersifat umum dan sampai pada tingkat tertentu boleh dikatakan bersifat universal.
3.      Norma sopan santun adalah norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah dalam pergaulan sehari-hari
4.      Norma hukum adalah norma yang dituntut keberlakuannya secara tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu dan niscaya demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
5.      Norma moral yaitu aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia

b.      Teori Etika Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.  suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakan yang dilakukan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lainnya, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindkan itu.

c.       Teori Etika Teleologi
Teleologi berasal dari akar kata Yunani telos, yang berarti akhir, tujuan, maksud, dan logos, perkataan. Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu. Istilah teleologi dikemukakan oleh Christian Wolff, seorang filsuf Jerman abad ke-18. Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan.

2.      BISNIS SEBUAH PROFESI ETIS
a.       Etika Terapan
Etika terapan (applied ethics) sama sekali bukan hal yang baru dalam sejarah filsafat moral. Sejak Plato dan Aristoteles, etika merupakan filsafat praktis, artinya, filsafat yang ingin memberikan penyuluhan kepada tingkah laku manusia dengan memperlihatkan apa yang harus dilakukan. Sifat praktis ini bertahan selama seluruh sejarah filsafat. Dalam abad pertengahan, Thomas Aquinas melanjutkan tradisi filsafat praktis ini dan menerapkannya di bidang teologi moral. Pada awal zaman modern muncul etika khusus (ethica specialis) yang membahas masalah etis suatu bidang tertentu seperti keluarga dan negara. Namun pada dasarnya etika khusus dalam arti sebenarnya sama dengan etika terapan.

b.      Etika Profesi
Etika profesi dalah keterampilan seseorang dalam suatu pekerjaan utama yang diperoleh dari jalur pengalaman dan dilaksanakan secara kontinu yang merupakan sumber utama untuk mencari nafkah.

c.       Menuju Bisnis Sebagai Profesi Luhur
Tahap berikutnya dari sebuah profesi etis bisnis setelah etika terapan, dan etika profesi ialah pelaku bisnis dan perusahaan akan menuju bisnis sebagai profesi luhur. Perlu kita ketahui bahwa bisnis bukanlah profesi, sebagian besar pendapat mengatakan bahwa seseorang yang melakukan bisnis pasti ada yang berbuat curang dan bisnis yang dijalankannya itu pasti akan menuju perbuatan yang dilarang oleh agama. Pendapat ini tentu banyak yang menentang karena pendapat itu hanya dipandang dari sisi negatifnya saja, mereka tidak memandangnya dari sisi positif. Sisi positifnya, banyak orang yang berpendapat seseorang yang menjalankan bisnis pastinya telah memiliki banyak pengalaman, mempertimbangkan segala resikonya yang akan terjadi, berusaha seprofesional mungkin pada kemampuan dan konsekuensi yang dimiliki oleh si pelaku bisnis itu sendiri, dengan pendapat inilah bisnis menjadi sebuah profesi luhur.

REFERENSI
http://rannikha.blogspot.com/2013/10/pendahuluan-teoritika-etika-bisnis.html

Thursday, October 24, 2013

TUGAS Puisi "Vicky" ( Pasar dan Tradisinya )`

PASAR DAN TRADISINYA

Pagi masih buta
Namun embun telah lebih dulu bereolusi bak selimut hawa dingin
Yang menusuk tulang benulang sang pedagang
Hiruk pikuk orang-orang di sekitarpun kian raib melantangkan nyanyian bisingnya  dengan harmonisasi yang enak untuk didengar

Tak ada sunyi disini
Hanya aroma ikan asin yang begitu khas mengusap penicuman sesiapa disana
Atau pemandangan liar yang sekejap menyulap penglihatan kedua belah mata
Tentang serpihan sampah
Genangan air bak lautan si jalan mengkudeta seorang tua yang meminta-minta, dan Anak jalanan yang meneriakkan lagu.

Sampai pagi di tengah hari
Terdengar masih kebisingan para pedagang yang beradu mulut menawarkan barang dagangannya
Saling berucap dengan statusisasi harga yang masing-masing sudah di genggamnya

Nyaris tak ada keselarasan disini
Hanya kontroversi yang menjadi tolak ukur pedagang & pendatang
Bak seorang pejabat yang memperjuangkan nasib rakyatnya
Lantas tentang pasar & tradisinya
Nyaris seumpama bangsa dan kebudayaannya

                                                                                                                                                                Oktober, 2013


Friday, June 7, 2013

KEBAHAGIAAN

Kebahagiaan merupakan pilihan.
Kebahagiaan adalah perasaan yang menggambarkan keadaan positif yang dapat menggairahkan emosional seseorang. 
Kebahagiaan ialah suatu keadaan perasaan aman, damai, serta gembira. Dengan kata yang lain, kebahagiaan melebihi hanya perasaan kegembiraan. (Wikipedia)
Menurut penulis kebahagiaan itu tergantung pada setiap individu yang bisa dirasakan apabila masing - masing individu menyusukuri hidupnya sendiri (Indah Gayatrie A).
Menurut Fiona Yunita kebahagiaan adalah dimana kita merasakan kasih sayang, sedangkan menurut Meidawati kebahagiaan  adalah dimana kita merasa senang dan gembira bisa berkumpul bersama dengan keluarga.

Kebahagiaan dapat dirasakan oleh siapapun dan kapanpun seperti halnya keluarga cemara. Keluarga cemara adalah keluarga yang sangat sederhana dalam segi ekonomi namun keluarga cemara sangat mementingkan kepentingan keluarga. Dengan berkumpul, bercengkerama, saling mengasihi satu sama lain adalah merupakan sebagian dari kebahagiaan di dalam keluarga cemara. Seperti lagu dalam film Keluarga Cemara tersebut ada tertulis "harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga". Sangat jelas sekali bahwa salah satu kebahagiaan manusia adalah keluarga. 

Kebahagian dapat dirasakan oleh setiap manusia di dunia tidak hanya manusia hewan pun dapat merasakan kebahagiaan yang sering kita lihat. Kebahagiaan akan datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu dalam hidup ini. Apapun yang di inginkan manusia pada umumnya ujungnya adalah bahagia.
Sebagai insan manusia apapun yang terjadi harus selalu kita syukuri karena tanpa sadar apa yang kita syukuri itu merupakan kebahagiaan yang akan kita genggam.




TULISAN BAHASA INDONESIA 2#
Nama : 
FIONA YUNITA (12210790)
INDAH GAYATRIE A (19210278)
MEIDAWATI (14210320)

Kelas : 3 EA 21

Friday, May 24, 2013

Tugas Bahasa Indonesia 2 # ke -4



Bagian-Bagian Surat Resmi
Kepala Surat
Sebuah kepala surat yang lengkap terdiri atas nama instansi, alamat instansi, nomor telepon, nomor kotak pos, alamat kawat dan logo.
Nama instansi ditulis dengan huruf kapital. Alamat instansi, termasuk di dalamnya telepon, kotak pos dan alamat kawat (jika ada) ditulis dengan huruf awal kapital, kecuali kata tugas. Nomor kode pos ditulis sebelah nama kota tempat instansi itu berada. Kepala surat dapat pula seluruhnya ditulis dengan huruf kapital.
Dalam penulisan kepala surat, perhatikan hal-hal berikut ini:
Nama instansi jangan disingkat.
Kata jalan jangan disingkat.
Kata telepon hendaklah ditulis cermat dan jangan pula disingkat.
Kata kotak pos hendaklah ditulis cermat dan jangan pula disingkat. Demikian pula jangan menggunakan kata PO Box (Post Office Box).
Kata alamat kawat hendaklah ditulis dengan cermat.
Kata telepon dan kotak pos diikuti nomor tanpa diantarai dengan tanda titik dua. Sedangkan nomor-nomor yang mengikutinya tidak diberi titik pada setiap hitungan tiga angka karena bukan menyatakan jumlah.
Tanggal Surat
Ditulis lengkap. Tanggal ditulis dengan angka, bulan ditulis dengan huruf dan tahun ditulis dengan angka. Tidak perlu dicantumkan nama kota sebelum tanggal surat karena nama kota sudah tercantum pada kepala surat. Setelah angka tahun tidak diakhiri tanda baca apapun.
Untuk penulisan nama bulan jangan ditulis dengan angka, dan jangan pula disingkat. Khusus bulan Februari dan November hendaklah ditulis dengan cermat, bukan Pebruari dan Nopember.
Nomor, Lampiran dan Hal
Kata nomor, lampiran dan hal ditulis dengan diawali huruf kapital dan diikuti dengan tanda titik dua yang ditulis secara estetik ke bawah sesuai dengan panjang pendeknya ketiga kata itu.

Penulisan kata nomor dan lampiran yang dapat disingkat menjadi No. dan Lamp. harus taat asas. Jika kata nomor ditulis lengkap, kata lampiran pun juga ditulis lengkap. Begitu pula sebaliknya.

Kata nomor diikuti dengan nomor berdasarkan nomor urut surat dengan kode yang berlaku pada instansi pengiriman surat. Nomor surat dan kode surat yang dibatasi garis miring ditulis rapat tanpa spasi dan tidak diakhiri dengan tanda baca apapu. Tidak selamanya penulisan kode dibatasi dengan tanda garis miring. Bisa juga dengan menggunakan tanda titik atau tanda hubung.

Kata lampiran ditulis di bawah nomor jika ada yang dilampirkan pada surat. Jika tidak ada yang dilampirkan, kata lampiran tidak perlu ditulis. Kata lampiran diikuti tanda titik dua disertai jumlah barang yang dilampirkan. Jumlah barang ditulis dengan huruf dan tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. Pada kata yang menyatakan jumlah ditulis dengan diawali huruf kapital.

Kata hal diikuti tanda titik dua disertai pokok surat yang diawali dengan huruf kapital tanpa diberi garis bawah dan tidak diakhiri dengan tanda baca apapun. Pokok surat dapat menggambarkan pesan yang ada di dalam surat.
Alamat Surat
Penulisan alamat surat di sebelah kiri atas lebih menguntungkan daripada di sebelah kanan atas karena kemungkinan pemenggalan tidak ada sehingga alamat yang panjang pun dapat dituliskan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Penulisan nama penerima harus cermat, lengkap serta informatif. Diawali dengan huruf kapital pada setiap unsurnya.
Cukup ditulis Yth. dengan diawali huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, serta tidak perlu menggunakan kata kepada sebelum Yth. karena kata kepada berfungsi sebagai penghubung antarbagian kalimat yang menyatakan arah. Apalagi kalau tempat tinggal alamat pengirim tidak didahului kata dari yang berfungsi sebagai penghubung antarbagian kalimat yang menyatakan asal.
Kata saapan digunakan pada alamat surat sebelum nama penerima surat. Kata Bapak dan Ibu ditulis penuh, kata Saudara dan Saudari cukup ditulis Sdr. dan Sdri.
Jika terdapat gelar akademik, memiliki gelar pangkat atau jabatan, kata sapaan tidak dipergunakan.
Kata jalan tidak disingkat dan diawali dengan huruf kapital.
Nama alamat yang dituju adalah nama orang disertai nama jabatannya bukan nama instansi.
Salam Pembuka
Lazim ditulis di sebelah kiri di bawah alamat surat di atas kalimat pembuka isi surat. Yang sangat lazim digunakan adalah ungkapan (Dengan hormat,). Sedangkan ungkapan lain yang digunakan, antara lain: Salam sejahtera, ; Saudara ..., ; Bapak ... yang terhormat ; Assalamualaikum W.W., ; Salam Pramuka, ; Salam perjuangan ; dll.
Isi Surat
Paragraf pembuka mengantarkan isi surat yang akan diberitahukan. Paragraf pembuka berisi pemberitahuan, pertanyaan, pernyataan atau permintaan.
Paragraf isi dikemukakan hal yang perlu disampaikan pada penerima surat. Isi surat harus singkat, lugas dan jelas.
Paragraf penutup merupakan simpulan dan kunci isi surat. Di samping itu, paragraf penutup dapat mengandung harapan penulis surat atau ucapan terima kasih kepada penerima surat.
Salam Penutup
Yang lazim digunakan adalah ungkapan Hormat kami, ; Hormat saya, ; Salam takzim, ; Wasalam, ; dll.
Nama Pengirim
Ditulis di bawah tanda tangan di bawah salam penutup. Tanda tangan diperlukan sebagai keabsahan surat resmi. Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Penulisan nama hanya menggunakan huruf awal kapital pada tiap unsurnya, tidak perlu ditulis di dalam kurung, tidak perlu digaris bawahi dan tidak perlu diakhiri dengan tanda titik.
Nama jabatan dapat dicantumkan di bawah nama pengirim.
Tembusan Surat
Bagian ini hanya dicantumkan jika surat memerlukan tembusan untuk beberapa instansi atau pihak lain yang ada hubungannya dengan surat yang bersangkutan.
Ketentuannya:
Kata tembusan diawali dengan huruf kapital diletakan di sebelah kiri pada bagian kaki surat, lurus dengan bagian nomor dan hal serta sejajar dengan nama pengirim. Tulisan tembusan diikuti dengan tanda titik dua tanpa digaris bawah.
Jika pihak yang diberi tembusan lebih dari satu, diberi nomor urut sesuai dengan jenjang jabatan. Jika pihak yang diberi tembusan hanya satu, tidakperlu dicantumkan nomor.
Pihak yang diberi tembusan hendaklah nama jabatan atau nama orang bukan nama instansi.
Tidak perlu digunakan kata Yth. dan ungkapan lain yang mengikat.
Tidak perlu dicantumkan tulisan arsip atau per tinggal karena setiap surat dina harus memiliki arsip.

Inisial (Sandi)
Ditempatkan pada bagian paling bawah sebelah kiri di bawah tembusan (kalau ada). Inisial merupakan tanda pengenal yang berupa singkatan nama pengonsep dan pengetik surat. Inisial berguna untuk keperluan selingkung surat untuk mengetahui siapa pengonsep dan siapa pengetik surat itu

Sumber           : http://ilmu-fakta.blogspot.com/2011/10/bagian-bagian-surat-resmi.html

Thursday, April 25, 2013

Tulisan Bahasa Indonesia 2 # ke -3


Tulisan Bahasa Indonesia 2 # ke -3
Tema   : Trend fashion di kalangan mahasiswa
Kuliah atau Fashion Show ?
1.    Pendahuluan
Bukan cuma urusan negara atau rakyat, rupanya. Isu penggunaan rok mini sempat ramai dibicarakan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat. Saat itu, DPR akan membahas tata tertib tentang busana anggota DPR. Nah, kalau di lingkungan DPR dilarang memakai rok mini, bagaimana dengan kampus? Apakah pemakaian busana juga perlu diatur seperti anggota DPR dan para stafnya? Siapa saja boleh memakai pakaian apa saja. Ini pun berlaku bagi mahasiswa di kampus untuk menuntut ilmu. Namun, apakah pantas bila rok mini atau kaus oblong tanpa lengan bisa menjadi kostum di kampus?
2.    Isi
Apakah kampus kini lebih mengarah sebagai ajang fashion show? Dimana peraturan-peraturan yang sebelumnya telah ditetapkan dan diterapkan? Apakah pihak rektor tidak lagi mengatur dan mengawasi dalam hal berpakaian mahasiswa dan mahasiswinya. Gaya berpakaian yang kini sedang trend, banyak yang terlalu berlebihan dan kurang pantas jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dunia perkuliahan, khususnya di Institut Agama Islam.
Kata “fashion” tak lepas dari kehidupan remaja pada saat ini, khususnya marak terjadi pada remaja putri. Fashion juga menyebar keseluruh lapisan masyarakat, baik dari kalangan menengah keatas, maupun dari kalangan menengah kebawah. Fashion sendiri adalah suatu istilah untuk menggambarkan gaya yang dianggap lazim pada periode waktu tertentu. Trend industri fashion berganti-ganti setiap saat dan memiliki durasi yang relatif singkat. Sebagian besar, seseorang khususnya kaum wanita, hampir setiap hari selalu ingin memakai pakaian dengan gaya yang berbeda-beda, dan selalu ingin tampil trendy dan stylish.
3.  Penutup
Kesimpulan
Kampus kini tak lagi hanya menjadi tempat bagi seseorang dalam menuntut ilmu dan mengkaji pendidikan yang lebih tinggi. Namun kampus kini juga telah menjadi ajang trend fashion. Terbukti dari banyaknya mahasiswi yang mengenakan pakaian dengan bermaca-macam gaya yang menarik mata untuk melihatnya.
Saran
Dengan berpakaian yang pantas dan sopan juga menghindarkan mahasiswa dari ancaman kejahatan di tempat umum oleh karena itu terutama untuk mahasiswa yang menggunakan kendaraan umum sebaiknya menggunakan pakaian yang tidak terbuka.